Ogi Sidenreng: Napas Panjang Peradaban Langit

Kami bukan sisa-sisa, kami adalah awal yang disamarkan sejarah.
Ogi Sidenreng bukan nama yang ditemukan dalam lembaran
gelap perpustakaan kolonial.
Kami lahir dari silsilah langit, ditanam di jantung bumi dengan cahaya
yang bersinardari bahtera Nuh hingga istana Sulaiman.
Dan sesungguhnya kami bukan keturunan langit yang dikisahkan
dalam bait epos terpanjang di dunia yang dicatat sebagai “Memory of the
World by Unesco” satu karya naskah kuna yang disakralkan di eropa yang
bercerita tentang leluhur to ogi yang turun dari langit ke bumi memulai
kehidupan manusia.
Kami bukan itu. Kami bukan cerita dalam I La Galigo.
Kami hidup di bawah titah langit, dan wafat bukan untuk hilang, tapi
menuju ke dalam makna sejati yang telah lama memanggil kami pulang.
Kami adalah Manusia Bugis Sidrap, to OGI Sidenreng Rappang.
Judul : Ogi Sidenreng: Nafas Panjang Peradaban Langit
Penulis : Sanro Lammasiang
Penerbit : Kulibuku Maspul
Cetakan Pertama, Januari 2026
x + 110 halaman, 14 x 21 cm


